Welcome To Our Blog

Archives

gravatar

AKTUALISASI PERWUJUDAN WAWASAN NUSANTARA MEMPERKOKOH KETAHANAN NASIONAL DALAM PEMBANGUNAN MENGHADAPI ERA GLOBALISASI


AKTUALISASI PERWUJUDAN WAWASAN NUSANTARA MEMPERKOKOH KETAHANAN NASIONAL DALAM PEMBANGUNAN MENGHADAPI ERA GLOBALISASI
 










                                                     





Oleh : Hengky Satria Putra
NPM : 53411310




Daftar Isi
Judul                        : “Aktualisasi perwujudan wawasan nusantara memperkokoh ketahanan nasional     dalam pembangunan menghadapi era globalisasi”
Daftar Isi
Kata Penghantar
Sistematika               :
Bab I                         :  Pendahuluan
1.    Latar belakang
2.    Maksud dan tujuan
3.    Ruang lingkup
Bab II                       : Aktualisasi perwujudan wawasan nusantara
1.      Aspek ideologi
2.      Aspek politik
3.      Aspek ekonomi
4.      Aspek sosial budaya
5.      Aspek pertahanan keamanan
Bab III                         : Penutup
1.      Kesimpulan
2.      Saran
Kata Penutup
Daftar Pustaka



KATA PENGHANTAR

        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah           tepat    pada         waktunya.

         Makalah ini berisikan tentang penjelasan
Aktualisasi perwujudan wawasan nusantara memperkokoh ketahanan nasional dalam pembangunan menghadapi era globalisasi .

         Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

         Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

                                                                                       Jakarta 7 November 2011
                                                                                  Penyusun

                                                                                   Hengky Satria Putra








BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Setiap negara berkembang atau negara yang sudah maju pasti ada hasrat atau keinginan untuk lebih berkembang lebih dari biasanya. Disini kita sebut Tujuan Nasional. Dalam upaya untuk mencapai Tujuan Nasional, setiap bangsa dan negara melakukan pembangunan dan pengembengan disetiap bidang. Dan yang pasti tetap ada rasa Persatuan Nasional. Tetapi dalam setiap kelakuan atau perwujudan tersebut pasti ada sesuatu yang menghalangi. Baik dari dalam maupun luar. Terlebih lagi sekarang sudah memasuki era globalisasi. Maka dari itulah bangsa dan negara tersebut harus bekerjasama melawan rintangan sekecil apapun dan sebesar apapun. Karena dari kerjasama itulah suatu Persatuan Nasional akan terlihat.

1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan Tujuan membuat tulisan ilmiah ini adalah memperlihatkan kepada kita semua bahwa apakah wawasan nasional itu, apakah yang harus kita perbuat dalam mencapai tujuan nasional itu, dan cara-cara lain dalam menghadapi era globalisasi.

1.3 RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dalam tulisan ilniah ini adalah seluruh aspek yang bersangkutan di negeri kita ini, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu belum termasuk dari ruang lingkup dari tulisan ilmiah ini.


BAB II
AKTUALISASI PERWUJUDAN WAWASAN NUSANTARA
2.1 ASPEK IDEOLOGI
Ideologi merupakan suatu adalah kumpulan ide atau gagasan atau aqidah ‘aqliyyah (akidah yang sampai melalui proses berpikir) yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan. Jadi ideologi itu merupakan ide dari seluruh bangsa dan berfungsi sebagai tameng dalam menghadapi hambatan dan gangguan dari luar maupun dari dalam dan dalam skala kecil maupun besar dan secara langsung maupun tidak langsung.

A. Macam Ideologi :
a. Ideologi Dunia
1. Liberalisme (Individualisme)
Negara adalah masyarakat hukum (legal society) yang disusun atas kontrak semua orang (individu) dalam masyarakat (kontraksosial).  Liberalisme bertitik dalam hak manusia dari dia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Paham Liberalisme ini mengandung makna yang berarti kebebasan kepentingan pribadi yang menuntut kebebasan individu secara mutlak.
2. Komunis (Class Theory)
Negara adalah susunan golongan (kelas) untuk menindas kelas lain. Golongan borjuis menindas golongan proletar (buruh), oleh karena itu kaum buruh dianjurkan mengadakan revolusi politik untuk merebut kekuasaan negara dari kaum kapitalis & borjuis, dalam upaya merebut kekuasaan atau mempertahankan komunisme.

3. Paham Agama
Negara membina kehidupan keagamaan umat dan bersifat spiritual religius. Bersumber pada falsafah keagamaan dalam kitab suci agama. Negara melaksanakan hukum agama dalam kehidupan dunia.
b. Ideologi Pancasila
Merupakan tatanan nilai yang digali (kristalisasi) dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia. Kelima sila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh sehingga pemahaman dan pengamalannya harus mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya. Ketahanan ideologi diartikan sebagai tameng dalam menghadapi hambatan dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ideology bangsa dan negara Indonesia. Untuk mewujudkannya diperlukan kondisi mental bangsa yang berlandaskan keyakinan akan kebenaran ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara serta pengamalannya yang konsisten dan berlanjut.

2.2 ASPEK POLITIK
Ketahanan politik diartikan sebagai tameng dalam menghadapi hambatan dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Indonesia.

Politik di Indonesia :
1. Politik dalam Negeri
Adalah kehidupan politik dan kenegaraan berdasarkan Pancasila dan UUD ’45 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu system yang unsur-unsurnya:
a. Struktur Politik
Wadah penyaluran pengambilan keputusan untuk kepentingan masayrakat dan sekaligus wadah dalam menjaring atau pengkaderan pimpinan nasional.
b. Proses Politik
Rangkaian pengambilan keputusan tentang berbagai kepentingan politik maupun kepentingan umum yang bersifat nasional dan penentuan dalam pemilihan kepemimpinan yang akhirnya terselenggara pemilu.
c. Budaya Politik
Pencerminan dari aktualisasi hak dan kewajiban rakyat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang dilakukan secara sadar dan rasional melalui pendidikan politik dan kegiatan politik sesuai dengan disiplinnasional.
d. Komunikasi Politik
Hubungan timbal balik antar berbagai kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, baik rakyat sebagai sumber aspirasi maupun sumber pimpinan-pimpinan nasional.
2. Politik Luar Negeri
Politik Luar Negeri Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bebas dan aktif. Bebas yaitu Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Aktif yaitu Indonesia dalam percayuran internasional tidak bersifat reaktif dan tidak menjadi obyek, tetapi berperan atas dasar cita-citanya.
Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang sehat dan dinamis yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas politik yang bersadarkan Pancasila UUD ’45 ketahanan pada aspek politik dalam negeri adalah. Sistem pemerintahan yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat.
Ketahanan pada aspek politik luar negeri = meningkatkan kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai dengan kemampuan dan demi kepentingan nasional. Perkembangan, perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.

2.3 ASPEK EKONOMI
Ketahanan ekonomi diartikan sebagai tameng dalam menghadapi hambatan dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar, dalam skala kecil atau besar dan secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka menjamin kelangsungan kehidupan ekonomi bangsa dan negara Indonesia.


Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
  1. Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
  2. Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism,   etatisme, dan monopoli ekonomi
  3. Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
  4. Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.

2.4 ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA
Sosial Budaya terdiri dari dua kata dimana pada masing-masing kata tersebut mempunyai arti bahwa, Sosial adalah Pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, senasib, sepenanggungan, solidaritas yang merupakan unsur pemersatu. Sedangkan Budaya yaitu Sistem nilai yang merupakan hasil hubungan manusia dengan cipta rasa dan karsa yang menumbuhkan gagasan-gagasan utama serta merupakan kekuatan pendukung penggerak kehidupan. Kebudayaan diciptakan oleh faktor organobiologis manusia, lingkungan alam, lingkungan psikologis, dan lingkungan sejarah. Dalam setiap kebudayaan daerah terdapat nilai budaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh budaya asing (local genuis). Local genuis itulah pangkal segala kemampuan budaya daerah untuk menetralisir pengaruh negatif budaya asing. Kebuadayaan nasional merupakan hasil (resultante) interaksi dari budaya-budaya suku bangsa (daerah) atau budaya asing (luar) yang kemudian diterima sebagai nilai bersama seluruh bangsa. Interaksi budaya harus berjalan secara wajar dan alamiah tanpa unsur paksaan dan dominasi budaya terhadap budaya lainnya. Kebudayaan nasional merupakan identitas dan menjadi kebanggaan Indonesia. Identitas bangsa Indonesia adalah manusia dan masyarakat yang memiliki sifat-sifat dasar:
- Religius
- Kekeluargaan
- Hidup seba selaras
- Kerakyatan
Wujud ketahanan sosial budaya tercermin dalam kondisi kehidupan sosial budaya bangsa yang dijiwai kepribadian nasional, yang mengandung kemampuan membentuk dan mengembangkan kehidupan sosial budaya manusia dan masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa, bersatu, cinta tanah air, berkualitas, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta kemampuan menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

2.5 ASPEK PERTAHANAN KEAMANAN
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Wujud ketahanan keamanan tercermin dalam kondisi daya tangkal bangsa yang dilandasi kesadaran bela negara seluruh rakyat yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas pertahanan keamanan negara (Hankamneg) yang dinamis, mengamankan pembangunan dan hasil-hasilnya serta kemampuan mempertahankan kedaulatan negara dan menangkal segala bentuk ancaman.
Postur kekuatan pertahanan keamanan mencakup:
  1. Struktur kekuatan
  2. Tingkat kemampuan
  3. Gelar kekuatan
Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
  1. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa, wawasan nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan. Konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan, yaitu:
• Aspek alamiah (Statis)
1. Geografi
2. Kependudukan
3. Sumber kekayaan alam
• Aspek sosial (Dinamis)
1. Aspek Ideologi
2. Aspek Politik
3. Aspek Ekonomi
4. Aspek Sosial budaya
5. Aspek Ketahanan keamanan

3.2 SARAN
Pertahanan dan keamanan Nasional yang semakin mendapat tantangan di era globalisasi saat ini sangat perlu di waspadai oleh seluruh warga Negara Indonesia. Karena bisa aja dapat memperpecah persatuan dan kesatuan bangsa. Maka dari itu perlunya sosialisasi dan komunikasi di masyarakat agar dapat mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Hal ini dapat dijadikan senjata dalam menjawab tantangan yang diberikan dunia pada saat era globalisasi ini.


PENUTUP

        Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

         Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

RESENSI



Read More...
gravatar

Asal Mulanya Qurban


Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.

Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.
Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman Allah yang bermaksud: " Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia mengamanatkan risalahnya." Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.

Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya: " Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya." Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata: " Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah."

Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana diharapkan.

Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada ayahnya: " Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa melihat wajahku." Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari belakang.

Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya: " Wahai Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan ." Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap hari raya Aidiladha di seluruh pelosok dunia.

Read More...
gravatar

Cara menghitung cepat penambahan bilangan oktal dan bilangan hexa

Bilangan Oktal (basis 8)
0 1 2 3 4 5 6 7
Penambahan Bilangan Oktal
Jika dosen bu Puji Sularsih mengajarkan kita dengan cara beruntut . Saya akan kasih tau rumus cepatnya .
contoh
VERSI Bu Puji Sularsih
8
9
____+
17 lalu 17:8 = 19
Menurut saya ini proses yang lama sekali . Saya menawarkan solusinya ini .
VERSI Hengky Satria Putra
8
9
___+
19    
Darimana saya jawab langsung 19 , 19 dari 8+9(+2)= 19. Jadi untuk bilangan oktal perhitungan yang harus di bagi 8 diganti saja dengan (+2) dan ini digunakan jika lebih dari angka 7 . Ini lebih mudah daripada harus membagi-bagi .

BILANGAN HEXA (BASIS 16)
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
Penambahan Bilangan Hexa
Contoh
VERSI Bu Puji Sularsih
B
7
___+
18 lalu di bagi dengan 16 , 18:16 = 12

Menurut saya ini proses yang lama sekali . Saya menawarkan solusinya ini .
VERSI Hengky Satria Putra
B
7
__+
12 . Darimana 12 . Jawabannya dari B(11)+7 (-6)= 12 . Jadi setiap penambahan bilangan hexa dijumlahkan dan di kurang 6 jika lebih dari 15 . Daripada susah-susah membagi-bagi .
Semoga Bermanfaat Ilmunya Terima kasih .


Note : Bilangan seperti biner , oktal dan hexa semua rumus dasarnya adalah (n-1).
contoh :
Bilangan Biner (basis 2)
(n-1) = (2-1)= 1 berarti bilangan biner tidak boleh lebih dari 1

Bilangan Oktal (basis 8)
(n-1) = (8-1)= 7 berarti bilangan biner tidak boleh lebih dari 7

Bilangan Hexa (basis 16)
(n-1) = (16-1)= 15 berarti bilangan biner tidak boleh lebih dari 15

Read More...